Adat nan Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah

Monthly Archives: Februari 2012

KESUBURAN alam dan luasnya hutan merupakan sumber penghidupan yang tak berhingga dimiliki oleh masyarakat Minangkabau. Kekayaan alam tersebut dimanfaatkan masyarakat menjadi lahan garapan bersama dalam memenuhi kebutuhan hidup dan perekonomian. Dengan sistem kesukuan yang dianut, masyarakat Minangkabau telah mengarifi, memanfaatkan serta mengolahnya untuk penghidupan.

Kekayaan alam merupakan warisan abadi diturunkan pada anak dan kemenakan dalam ujud pusaka tinggi. Warisan yang wajib dipelihara sebagai pertahanan ekonomi kaum dalam kurun waktu yang tak berbatas.
Baca lebih lanjut


SEBAGAI masyarakat komunal dan hidup mengelompok dalam suku- suku, dalam hubungan interaksi sosial tradisi berunding merupakan bagian dari seremonial dalam budaya masyarakat di Minangkabau. Dalam setiap momen adat maupun keseharian, perundingan menjadi prioritas utama dalam mencapai suatu kesepakatan. Budaya berunding dalam masyarakat Minangkabau dapat terlihat saat memecahkan ragam masalah seperti, menetapkan batas ulayat, upacara perkawinan, sampai kematian, masalah harta pusaka dan sebagainya. Lalu hasil rundingan tersebut akan melahirkan apa yang dinamakan dengan kesepakatan, kesepahaman untuk dipatuhi dan dijalankan. Jika ada pihak yang mencoba melanggarnya, maka akan dihadapkan pada sanksi adat dan sanksi sosial.
Baca lebih lanjut