Adat nan Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah

Monthly Archives: Januari 2012

SIKAP terbuka dan adaptif telah mendasari budaya Minangkabau dalam membentuk pola pikir manusianya menjadi dinamis dalam memahami hidup dan kehidupan. Sikap dasar yang sudah dimiliki sejak lama ini sudah tentu tetap memiliki sisi positif maupun negatif. Kemampuan wangsa Minangkabau menyerap berbagai pengetahuan, menempatkan orang Minangkabau menjadi wangsa yang mudah bergaul dengan budaya lain dalam percaturan peradaban dunia. Sejumlah tokoh besar telah dilahirkan dari etnis Minangkabau dan mempunyai andil besar dalam pembentukan karakter bangsa.

Namun demikian kedaan ini tak selalu berkembang sesuai dengan apa yang telah terjadi. Pada saat ini masyarakat Minangkabau begitu permisif menelan bulat-bulat tanpa seleksi berbagai peru bahan yang tengah melanda.
Baca lebih lanjut

Iklan

WILAYAH darek atau pegunungan sebagai wilayah asal telah dibunyikan dalam tambo Minangkabau. Dari puncak gunung ini nenek moyang orang Minangkabau mengawali kehidupan dengan melakukan penerukaan membuka lahan baru. Di wilayah asal ini juga diciptakan sistem adat istiadat dan tata aturan agar tercipta masyarakat yang damai dan harmonis. Sebagaimana masyarakat pegunungan, mereka memanfaatkan alam sebagai penopang hidup, dengan memanfaatkan kayukayuan untuk membangun rumah, alat penunjang bagi pertanian, disamping dimanfaatkan juga sebagai kayu api. Dalam hal ini Kayu merupakan kebutuhan utama, sebelum ditemukan teknologi lain sebagai bahan pengganti.
Baca lebih lanjut


MENYIKAPI berbagai fenomena perubahan dalam kebudayaan Minangkabau sebenarnya tak lepas dari gejala alam yang semestinya telah di arifi oleh masyarakatnya. Alam merupakan guru dan sumber inspirasi yang tak pernah kering. Dari alam lah semua gagasan dan pemikiran dilahirkan dalam menghadapi dan menyikapi komplekitas tantangan zaman. Tinggal lagi bagaimana kita menterjemahkan tanda-tanda alam, lalu menyarikan ke dalam konstruksi pemikiran dalam bangun pengetahuan sebagai strategi menyikapi gejala yang menandai perubahan tersebut.
Baca lebih lanjut


SEBUAH tradisi menarik di masyarakat kita dalam menghadapi berbagai peristiwa adalah dengan kebersamaan yang dibentuk oleh sebuah ikatan rasa. Rasa sepenanggungan dalam meringankan berbagai beban, yang memungkinkan aktivitas sosial berlangsung dalam semangat patisipasi. Malu rasanya bila tak ambil bagian, setiap anggota masyarakat merasa wajib sato sakaki.

Rasa kebersamaan pada budaya Minangkabau masa lalu itu telah tersistemkan dalam berbagai tradisi dalam komunitas masyarakat. Tradisi bajulo-julo, turun bersama menggarap sawah atau ladang, melaksanakan gotong royong yang melibatkan semua unsur masyarakat dalam sebuah kegiatan nagari, membangun sarana pengairan, memperbaiki jalan kampung serta berbagai fasilitas umum lainnya.
Baca lebih lanjut